Penggusuran Pasar Tradisional

Mecha sedih banget teman-teman…
Akhirnya penggusuran pasar itu terjadi juga, padahal Mecha udah berdoa siang malam supaya penggusuran itu tidak terjadi. Padahal Mecha ini nggak jualan di pasar lho, tapi ikutan sedih juga karena, kalo pasarnya pidah ke tempat yang jauh seperti itu pasti orang yang belanja di toko Mecha jadi berkurang karena transportasinya mahal. Berikut berita lengkapnya. Mohon maklum karena yang nulis bukan wartawan profesional jadi disajikan ala kadarnya saja.
Penggusuran pasar tradisional yang dimaksud terjadi selama dua hari pada tanggal 27-28 setelah diberikan peringatan seminggu sebelumnya. Pasar yang dipindahkan adalah pasar tradisional yang berlokasi di bagian samping pelabuhan yang di Maumere ini dinamakan Pasar Pantai ke pasar resmi yang dinamakan Pasar Alok yang baru dibangun Pemerintah setahun yang lalu yang berlokasi berkilo-kilo meter jauhnya dari lokasi pasar sebelumnya.
Peristiwa penggusuran inisempat menuai kontrafersi dari beberapa kalangan. Para pedagang di Pasar Alok sana merasa diuntungkan sebab pasar yang sebelumnya sepi karena kurangnya pembeli yang lebih memilih berbelanja di Pasar Pantai yang tentu saja lebih murah nilai transportasinya kini mengalir ke sana dengan sendirinya. Sedangkan para pemilik toko dan kios yang ada di Pasar Pantai (tidak termasuk Mecha, Mecha ada di pertokoan.) kini mati kutu karena jumlah pembeli menurun drastis.
Para pembelipun memiliki opini masing-masing. Ada yang setuju dengan penggusuran pasar ini dengan berbagai alasan. Ada yang mengaku senang karena pasarnya kini terpusat, ada yang senang karena mamang pasar alok berdekatan dengan rumah mereka. Tapi tidak sedikit yang protes dengan alasan yang cukup simpel, yaitu berat di ongkos.
Para korban penggusuran juga tak mau kalah menyumbangkan keluhan mereka. Mereka mengaku bahwa mereka kehilangan langganan yang biasa membeli pada mereka di pasar sebelumnya, sehingga pendapatan mereka menurun. Para penjual merasa memiliki banyak saingan di pasar yang baru ini dan karena pasar antara penjual grosir dan pengecer disatukan, mereka mangaku para pengecer merasa dirugikan karena pembeli lebih memilih membeli dari pedagang partai yang lebih murah dari pada pengecer.
Pengaturan pasarnya pun sangat tidak teratur, belum dilakukan pembagian-pembagian jenis barang yang di jual di pasar sehingga membingungkan pembeli ketika berbelanja. Memang sudah dijanjikan akan dilakukan penertiban secepatnya, tapi para penjual di sana merasa resah karena apabila penertiban tata latak barang-barang yang dijual di sana tidak cepat dilakukan, mereka takut keburu memiliki langganan yang telah menghafal tempat jualan mereka di sana dan apabila dilakukan pengaturan ulang tata letak penjual seperti seharusnya, bisa-bisa langganan mereka kebingungan bahkan bisa saja hilang karena direbut penjual lain.
Mayoritas korban Penggusuran menyalahkan pemerintah atas kejadian ini. Tapi Menurut Mecha, pemerintah tidak bisa disalahkan. Sebab, pemerintah telah mengeluarkan banyak dana untuk pembangunan pasar itu. Jika pasar pantai tetap dibiarkan, mayoritas penjual akan berjualan di sana sehingga aliran pembeli akan mengalir ke pantai sebab di sana bisa sekalian berbelanja ikan dan sayuran apalagi ongkosnya lebih murah karena lokasinya lebih dekat. Maka panggusuran perlu dilakukan agar aliran pembeli terkonsentrasi di pasar alok dan biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah itu tidak tersia-sia.
Itu pendapat sebagai warga yang baik dan pintar menjilat. Pada kenyataannya Mecha juga ikut menyayangkan adanya pemindahan pasar ini walaupun harus Mecha akui keberadaan pasar pantai itu merusak pemandangan kota dan jalan-jalan di sekitar pertokoan yang ada di daerah pantai itu. Sebelumnya penggusuran semacam ini pernah terjadi, tetapi para penjual yang di gusur itu nekat kembali berjualan di pasar pantai. Namun sekarang pemerintah telah mengambil tindakan tegas dengan mendirikan pos jaga dan terus mengawasi agar tidak ada penjual yang nekat kembali berjualan di pasar pantai lagi. Penjagaan ini akan dilakukan selama tiga bulan yang sepertinya akan efektif sekali mencegah kembalimya penjual ke pasar mereka yang sebelumnya.
Sekarang katanya para penjual sayuran dan ikan atau barang-barang basah yang berjualan di pasar lama di tengah pertokoan akan ikut dipindahkan juga. Mecha ga tau apa yang akan terjadi nanti. Mecha Cuma berharap agar pemerintah bersikap sedikit bijaksana untuk membiarkan pasar tradisional di pasar lama pertokoan tetap ada agar orang-orang kecil yang kesulitan biaya transportasi seperti halnya tetangga-tetangga Mecha ini masih bisa belanja dengan nyaman. Bayangkan saja, untuk transportasi ke Pasar Alok bolak-balik saja, kita butuh uang enam ribu rupiah. Bayangkan, uang enam ribu itu bisa kita belikan apa saja kalau pasarnya mudah dijangkau tanpa transportasi.
Untuk sekarang ini Alhamdullillah, toko Mecha masih rame kayak biasanya. Karena memang orang-orang yang jualan di pasar alok itu belanja untuk jualannya ya beli sama Mecha. Hihihi… jadi sebenernya posisi Mecha aman-aman aja sih. Cuma karena transportasinya mahal, orang yang biasa belanja tiga kali sehari jadi belanja sekali sehari. Ouch…
Yak, sekian warta berita dari kota Maumere tercintah, blah, blah, blah….
Tararengkyuh buat yang udah baca tulisan ini sampe kelar jangan lupa sharing komennya di sini. Sampai ketemu lagi di edisi Maumere selanjutnya. Tha tha…

Regards,
Mecha_Handayani
Bloger keren seabad-abad !
(Hehehe… masih keren dengan setia…!)

2 Tanggapan

  1. Wah,tapi pindahan pasar itu kan bertujuan untuk menertibkan kota. Jadi, pemerintah ga salah. Bukankah udah disiapin pasarnya kan?

    • iya, memang ga salah karena yang digusur itu kan pertokoan bawah dekat tempat pelelangan ikan yang dari awal memang sebenarnya bukan pasar. tapi pasar yang telah disediakan itu juga dihujani banyak keluhan. seperti pasar yang terlalu luas dan tidak teratur, lokasinya jauh dari perumahan, ongkos transportasi yang mahal, belum lagi pedagang yang baru pindah masih butuh waktu untuk beradaptasi. jadi, dari pihak pembeli maupun penjual memiliki opini sendiri-sendiri. cuma kebanyakan yang gw denger sih, berupa keluhan terbuka gitu, bukan nyindir-nyindir lagi. nah, menurut gw sih, yang perlu dilakukan pihak pemerintah itu ya adanya sosialisasi, penurunan standar ongkos transportasi dan penertiban tata letak pasar yang harus dilakukan secepatnya sebelum para pedagang memiliki langganan tetap yang hanya menghafal tempat mereka yang sekarang tapi nantinya kebingungan begitu mereka pindah tempat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: