Cara-cara Merawat Flashdisk Agar Tidak Cepat Rusak

Buat saya, Flash Disk (FD) adalah benda yang wajib di bawa ketika saya hendak mengunjungi warnet saat koneksi internet di rumah sedang tidak stabil. Hal itu disebabkan oleh aktifitas saya di dunia maya yang selain blogging, juga didominasi oleh kegiatan lain seperti download lagu, game, manga, e-book, kopas tutorial dan lain-lain. Nah, jika sudah begitu tentu saya membutuhkan media penyimpanan yang tidak ribet dibawa-bawa. Apalagi semua warnet di kota saya tidak menyediakan driver CD maupun DVD di bilik komputernya. Sepertinya di kota saya, flashdisk labih umum digunakan sebagai media penyimpanan dibandingkan dengan disket yang kapasitas simpannya tidak cukup besar maupun keping CD yang harus diburn. Menyadari hal ini, saya jadi labih perhatian terhadap flashdisk saya. Saya pernah beberapa kali mengalami masalah dengan flashdisk sampai saya membuat back up rangkap tiga untuk jaga-jaga jika flashdisk yang pertama dan ke dua rusak. Namun setelah beberapa waktu lalu berkonsultasi kepada google, saya menemukan rahasia awet muda untuk flashdisk saya dan hasilnya, sekarang saya tidak perlu lagi punya back up data flashdisk sampai tiga rangkap.

Baiklah, sekarang, saya akan sharing cara-cara merawat flashdisk agar awet muda dan tidak cepat rusak:

1. Jauhkankan dari panas langsung atau tidak langsung
Komponen flashdisk terdiri dari logam yang akan memuai apabila kena panas, maka hindarkan meletakkan flashdisk dalam ruangan yg panas atau bahkan terkena sinar matahari langsung. misalnya jangan menaruhnya dalam bagasi mobil atau motor. Karena suhu ruangan kamar saya juga panas (kamar saya tidak pakai plafon) maka saya menyimpan flashdisk dan barang rentan panas lainnya di lemari di ruang tamu yang ada plafon dan penetral suhu udaranya.

2. Jauhkan dari air.
Karena air merupakan penghantar listrik, maka alat ini pun bisa konslet apabila terkena air dan yang jelas pasti bisa rusak. Sebenarnya nggak langsung rusak sih… Kalau kecemplung terus tenggelam dalam waktu lama ya, bisa jadi langsung rusak, tapi kalau baru jatuh sebentar ke dalam air, itu masih bisa diselamatkan. Pengalaman saya sih saya keringkan dengan blower. Tapi, kalau nggak ada blower ya buka aja rangkanya trus keringkan dengan kipas angin. Kalau sudah kering tapi takut untuk mencolokkannya ke komputer, kita bisa coba cara ini…
Ukur jalur/pin usbnya dengan multitester/avo meter setting dengan ohm meter 1x.Jika jarum avo meter bergerak semua kenilai yang sama maka flashdisk masih shot ,ulangi langkah sebelumnya sampai tidak menunjukan angka yang sama.ini cara yang paling cepat untuk mengetahui shot/tdknya flashdisk.

3. Jauhkan dari medan manet
Di dalam flashdisk terdiri dari chips atau logam kecil-kecil yang akan mudah terpengaruh dengan sumber medan magnet, oleh karena itu, hindari meletakkan flashdisk ini dekat dengan TV, Radio Tape, Speacker Active, juga Ponsel yang menghasilkan gelombang radio dan magnet.

4. Hindari benturan yang keras dan jangan jatuhkan atau melempar flashdisk.
Walaupun dari pihak produsen mengklaim FD produknya anti shock (benturan), tetapi menghindari benturan/jatuh merupakan langkah antisipatif yang tepat. Untuk mengatasi jika sewaktu-waktu kita nggak sengaja menjatuhkan flashdisk, sebaiknya flashdisk kita dibungkus dengan semacam kantung (pouch) dari kain yang empuk untuk meminimalisir efek benturan ketika jatuh. Saya membuat sendiri flashdisk pouch saya dari kain flanel. Nanti saya share bagaimana cara membuatnya.

5. Selalu tutup kepala flasdisk.
Untuk melindungi dari debu dan kotoran, apabila sedang tidak digunakan, sebaiknya kita selalu menutupnya. Debu atau kotoran dapat menyebabkan proses baca tulis sering gagal atau bahkan tidak terbaca sama sekali.

6. Lakukan prosedur eject atau stop setiap kali akan mencabut flashdisk.
Jangan asal mencabut flashdisk dari PC tetapi lakukan prosedur eject atau stop terlebih dahaulu. Kalau tidak, selain bisa menyebabkan data kacau atau hilang juga bisa memperpendek umur flashdisk atau bahkan menjadi rusak. Begini caranya melakukan eject sebelum meremove flashdisk…
-klik kanan drive flashdisk, kemudian pilih opsi [eject]
-klik kanan pada ikon removable disk di sudut kanan bawah, didekat tulisan jam.
-Kemudian klik [safely romove hardware]
-klik [stop]
-kemudian [close]
Atau bisa juga dengan cara ini…
-double klik pada ikon removable disk di sudut kanan bawah,, didekat tulisan jam.
-Kemudian klik [safely romove hardware]
-klik [stop]
-kemudian [close]
Saya sih selalu pakai cara yang kedua.

7. Minimalkan proses hapus tulis.
Dengan meminimalisasi proses hapus tulis, dapat membuat flashdisk lebih awet. Ingat, usia flashdisk kira-kira 10.000 sd 100.000 proses hapus tulis. Jadi, sebaiknya benar-benar memperhitungkan secara matang proses pengeditan yang akan kita lakukan. File apa saja yang mau di simpan, file mana saja yang benar-benar mau dibuang, agar tidak terjadi “pemborosan proses”.

8. Lakukan scan virus.
Yang tak kalah pentingnya adalah selalu scan virus, sebelum kita membuka atau mencopy filenya ke PC. Tentunya dengan antivirus yg terupdate secara berkala. Hal ini untuk mencegah PC tertular dari flashdisk yang mungkin terinfeksi virus.

9. Jangan melakukan pengeditan langsung pada flashdisk.
Usahakan file/datanya kita copy ke PC dahulu, baru kemudian lakukan pengeditan di PC, setelah selesai, baru kemudian pindah/copykan ke flashdisk. Memang ribet, tapi ini penting kalau nggak mau flashdisknya rusak. Pengeditan langsung di flashdisk, menyebabkan umurnya lebih pendek.

10. Back up secara berkala.
Selalu buat copy data cadangan atau backup data di komputer atau laptop kita yang dilindungi anti virus atau media lain seperti cd dan dvd agar jika data hilang kita tidak panik dan stres. Saya sendiri punya dua flashdisk yang isinya selalu sama persis. Total flashdisk saya ada 16 buah. Tapi yang 8 cuma back up dari masing-masing flashdisk.

11. Hindari melakukan format flashdisk berulang-ulang.
Jangan terlalu sering format flash disk karena dapat rusak dan mengurangi jumlah batasan hapus tulis.

12. Melakukan defragment secara teratur.
agar struktur data di dalam flashdisk bisa diatur agar kinerja flashdisk kita lebih optimal. Caranya…
-klik kanan pada flaskdisk, [properties],
-pilih menu [tools] kemudian klik tombol [defragment now],
-pilih drive flasdik kemudian klik tombol [defragment]

13. Copot flashdisk terlebih dahulu sebelum merestart atau menshutdown komputer.
Hindari merestart atau menshutdown komputer ketika flashdisk masih menancap. Itu akan mengakibatkan kerusakan data-data dan terperangkapnya virus (kalau ada) sehingga semakin sulit ditangani. Pastikan meremove flashdisk ketika baterai laptop mulai low atau ketika akan merestart dan mematikan komputer.

14. Hindari meminjamkan flashdiak kepada sembarang orang.
flashdisk jangan berpindah-pindah tangan. apalagi digunakan pada orang yang tidak terlalu tahu merawat flashdisk.

15. Cermati komputer yang akan kita gunakan.
Sebelum memasukkan data pada flash disk usahakan dan pastikan tidak ada virus didalamnya. Saya mengatasi hal ini dengan cukup efektif dengan menggunakan antivirus portable yang saya simpan di dalam flashdisk. Jadi, jika ada virus yang terdeteksi pada komputer tersebut, saya tidak jadi memasukkan data apapun ke dalam flashdisk saya.

16. Hindari memasang flashdisk teralu lama.
Sebaiknya kita tidak membiarkan flashdisk tertancap lama-lama di komputer. Jika ingin mengedit sesuatu, kopi semua file yang mau diedit kemudian segera remove flashdisknya. Setelah selesai melakukan pengeditan, barulah flashdisk dicolokkan kembali lalu file yang sudah finish tadi dioverwrite di flashdisk.

17. Manage flashdisk dengan cluster terbesar.
agar kerja flashdisk lebih optimal, kita bisa memanage flashdisk kita dengan memilih cluster yang paling besar ukuran kapasitasnya. Selain itu, hal ini dimaksudkan agar kinerja chipset flashdisk tidak berat ato panas dan menghindarkan diri dari bad sector. Nah, Caranya…
-klik kanan my computer, manage,
-klik kanan flashdisk,
-pilih format flashdisk,
-pilih allocation unit size dg nilai terbesar, misalnya 16K ato 32K ato 64K.

18. Belilah flashdisk yang memiliki garansi.
Pilih vendor yang menyediakan garansi. Dulu, garansi untuk flashdisk adalah 1 tahun. Namun sekarang, banyak vendor yang menyediakan layanan garansi seumur hidup atau LWT (Lifetime Warranty). Jadi, untuk setiap pembelian flashdisk maka notanya harus tetap disimpan, agar mudah mengajukan klaim dikemudian hari (jika terjadi sesuatu pada flashdisk yang dibeli tadi).

19. Jangan menambah gatungan yang berat pada flashdisk.
Lubang pada pangkal flashdisk bukan ditujukan untuk menggantung gantungan hiasa seperti pada gantungan kunci atau handphone. Seperti Gunting kuku, Kunci Motor, kunci lemari, boneka figur dll. Karena bisa membengkokkan kepala Flashdisk dan melonggarkan colokan flasdisk. Sebagian orang memanfaatkan lubang tersebut untuk mengaitkan tali yang bisa dikalungkan ke leher. Saya sendiri memanfaatkan lubang tersebut untuk menggantungkan tag untuk mengetahui flashdisk mana berisi file apa saja. Misalnya tag MP3&Video berarti flashdisk itu berisi lagu-lagu mp3 dan video tutorial craft yang saya download dan sebagainya.

20. Tutup semua file flashdisk sebelum meremove.
Kadang terjadi kasus flashdisk yang tidak bisa diremove dalam proses eject. Hal itu bisa dikarenakan adanya file atau aplikasi di flashdisk yang masih dibuka di komputer, bisa jadi juga ada aplikasi komputer yang sedang melakukan aktifitas penulisan pada flashdisk. Caranya mengatasinya ialah dengan mematikan proses tersbut terlebih dahulu baru kemudian merejectnya.
Kita dapat menggunakan cara manual…
-tombol exit untuk program yang jalan
-alt+f4 untuk langsung exit dari keyboard.
-atau dengan menggunakan taskmanager [Ctrl+Alt+Del], kemudian klik end task pada program yang jalan. (Kalau takut keliru/salah nutup program… sebaiknya semua program yang dikenal ditutup dulu.)
Kita bisa juga menggunakan tools yang lain seperti HijactThis, Kill Process, Process Manager.

Nah… begitulah cara merawat flashdisk kita agar lebih awet sehingga bisa lebih lama digunakan. Jadi… apakah sekarang kita semua akan mulai memperhatikan si kecil ini? Saya cuma bisa berbagi segini, soal prakteknya… masing-masing saja yang memutuskan.

Sumber: Blog saya yang lain

Satu Tanggapan

  1. slm knal ya, mungkin akw mo menyambung dr yg d uraikn mecha, jd mungkin dr kbykn yg nma nya elekronik itw rentang ma ya nmanya benturan, air, panas n dingin yg ekstrem. ya intinya hrs snantiasa brhati2 dlm mnggunakan flesdis, trutama scanning scr brkala.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: